Rabu, 28 September 2011

SEJARAH BERDIRINYA KOTA PONTIANAK



Tahun 1192 Hijriah, Syarif Abdurrahman Al-Qadrie dinobatkan sebagai Sultan Pontianak Pertama. Pelantikan ini dihadiri oleh Yang Dipertuan Muda Riau, Sulthan Matan, Sultan Sambas, Sultan Mempawah, Tuan Besar Kubu, Panembahan Landak dan Raja-raja lain di ranah Kalimantan Barat.
Letak pusat pemerintahan ditandai dengan berdirinya Mesjid Raya Sultan Abdurrahman Al-Qadrie dan Istana Kadariah, yang sekarang terletak di Kelurahan Dalam Bugis Kecamatan Pontianak Timur.
Adapun Sultan yang pernah memegang tampuk Pemerintahan Kesultanan Pontianak:
• Syarif Abdurrahman Al-Qadrie memerintah dari tahun 1771-1808
• Syarif Kasim Al-Qadrie memerintah dari tahun 1808-1819.
• Syarif Osman Al-Qadrie memerintah dari tahun 1819-1855.
• Syarif Hamid Al-Qadrie memerintah dari tahun 1855-1872.
• Syarif Yusuf Al-Qadrie memerintah dari tahun 1872-1895.
• Syarif Muhammad Al-Qadrie memerintah dari tahun 1895-1944.
• Syarif Thaha Al-Qadrie memerintah dari tahun 1944-1945.
• Syarif Hamid Al-Qadrie memerintah dari tabun 1945-1950.

Selanjutnya 2 tahun kemudian setelah Sultan Kerajaan Pontianak dinobatkan, maka pada Hijrah sanah 1194 bersamaan tahun 1778, masuk dominasi kolonialis Belanda dari Batavia (Betawi) utusannya Petor (Asistent Resident) dari Rembang bernama Willem Ardinpola, dan mulai pada masa itu bangsa Belanda berada di Pontianak, oleh Sultan Pontianak. Bangsa Belanda itu ditempatkan di seberang Keraton Pontianak yang terkenal dengan nama Tanah Seribu (Verkendepaal).
Dan baru pada tanggal 5 Juli 1779, 0.1. Compagnie Belanda membuat perjanjian (Politiek Contract) dengan Sultan Pontianak tentang penduduk Tanah Seribu (Verkendepaal) untuk dijadikan tempat kegiatan bangsa Belanda, dan seterusnya menjadi tempat/kedudukan Pemerintah Resident het Hoofd Westeraffieling van Borneo (Kepala Daerah Keresidenan Borneo lstana Kadariah Barat), dan Asistent Resident het Hoofd der Affleeling van Pontianak (Asistent Resident Kepala Daerah Kabupaten Pontianak) dan selanjutnya Controleur het Hoofd Onderaffleeling van Pontianak/ Hoofd Plaatselijk Bestur van Pontianak (bersamaan dengan Kepatihan) membawahi Demang het Hoofd der Distrik Van Pontianak (Wedana) Asistent Demang het Hoofd der Onderdistrik van Siantan (Ass. Wedana/ Camat) Asistent Demang het Hoofd der Onderdistrik van Sungai Kakap (Ass. Wedana/Camat).
PLATSELIJK FONDS
Berada dibawah kekuasaan Asistent Resident het Hoofd der Affleeling van Pontianak (semacam Bupati KDH Tk. II Pontianak). Plaatselijk Fonds merupakan badan, yang mengelola dan mengurus Eigendom (milik) Pemerintah, dan mengurus dana /keuangan yang diperoleh dari : Pajak, Opstalperceelen, Andjing Reclame, Minuman keras dan Retribusi Pasar, penerangan jalan, semuanya berdasarkan Verordening/Peraturan yang berlaku.
Daerah kerja Platselijk Fonds adalah daerah Verkendepaal (Tanah Seribu). Pimpinan Plaatselijk Fonds terdiri dari : Voorziter (Ketua) Beheerder Staadfonds (Pimpinan selain Voorzter), Sekretaris. Behercomisie dibantu beberapa Comisieleden (Pengawasan) Plaatselijk Fonds, setelah pendaratan Jepang, praktis terhenti, terkecuali soal kebersihan, dan bekerja kembali dengan pimpinan tentara Jepang, setelah masuk tenaga sipil Jepang dan adanya Kenkarikan (semacam Asisten Resident) Jepang, maka Platselijk Fonds dihidupkan kembali berganti nama Shintjo yang dipimpin orang Indonesia yaitu Muhammad Abdurrachman sebagai Shintjo dan untuk Pimpinan Pemerintah Sipil tetap ada Demang dan Ass. Demang dengan nama Jepang adalah Guntjo.
STADSGEMEENTE (LANDSHAAP GEMEENTE)
Berdasarkan Besluit Pemerintah Kerajaan Pontianak tanggal 14 Agustus 1946 No. 24/1/1940 PK yang disahkan/Goedgskeurd de Resident der WesteraMeeling Van Borneo (Dr. J Van Der Swaal) menetapkan sementara sebagai berikut :
Yang menjadi Syahkota pertama adalah R. Soepardan, dan Syahkota melakukan serah terima harta benda dan keuangan Platselijk Fonds pada tanggal 1 Oktober 1946 dari Staats Fonds Muhammad Abdurrachman.
Masa jabatan Syahkota R. Soepardan 1 Oktober 1946 dan berakhir awal tahun 1948, untuk selanjutnya berdasarkan penetapan Pemerintah Kerajaan Pontianak diangkat Ads. Hidayat, dengan jabatan Burgermester Pontianak sampai tahun 1950.
PEMERINTAHAN KOTA PONTIANAK
Pembentukan Stadsgerneente bersifat sementara, maka Besluit Pemerintah Kerajaan Pontianak tanggal 14 Agustus 1946 No. 24/1/I946/KP diubah dan diperhatikan kembali dengan Undang-Undang Pemerintah Kerajaan Pontianak tanggal 16 September 1949 No. 40/1949/KP, memutuskan mulai dari tanggal Peraturan ini berlaku maka Keputusan Pemerintah Kerajaan Pontianak bertanggal 14 Agustus 1946 No. 24/1/1946/KP dirubah dan diperhatikan kembali. Dalam undang-undang ini disebut Peraturan Pemerintah Pontianak dan membentuk Pemerintah kota Pontianak. Sedangkan perwakilan rakyat disebut Dewan Perwakilan Penduduk Kota Pontianak.
Walikota pertama ditetapkan oleh Pemerintah Kerajaan Pontianak adalah Ny. Rohana Muthalib, sebagai Wakil Walikota Pontianak, dan apa sebab kedudukannya sebagai Wakil Walikota Pontianak, mengingat pasal 25 dari U.U. Ketua Pontianak sebagai Walikota hanya dapat diangkat lelaki yang menurut keputusan Hakim.
KOTA BESAR PONTIANAK
Sebagai pengganti Ny. Rohana Muthalib, oleh Pemerintah diangkat Soemartoyo, sebagai Walikota Besar Pontianak, mengingat peralihan Kekuasaan Swapraja Pontianak kepada Bupati/Kabupaten Pontianak tidak termasuk, maka Pemerintah Daerah Kota Besar Pontianak berstatus Otonom.
Sesuai dengan perkembangan Tata Pemerintahan, maka dengan Undang-Undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953, bentuk Pemerintahan Landschap Gemeente, ditingkatkan menjadi Kota Praja Pontianak. Pada masa ini Kotamadya Pontianak telah menjadi daerah otonom Kota sesuai dengan regulasi pemerintahan daerah dan prinsip otonomi daerah.
www.pontianak.go.id








Sejarah Kota Pontianak - Hari sudah sore dan kebetulan kerjaan pun sudah selesai semua, saatnya untuk menulis artikel di Goceng Blog. Ini artikel pertama yang ditampilkan dalam Goceng Blog, tapi ini bukan yang pertama saya menulis... Sebagai pembuka Goceng Blog, artikel yang menurut saya pas untuk Goceng Blog adalah Sejarah Kota Pontianak. Perlu sahabat ketahui, saya lahir dan dibesarkan di Kota Ini walaupun orang tua saya adalah pendatang dari Pulau Jawa. Jadi tidak ada salahnya saya mencintai tempat kelahiran saya ini. Pontianak adalah adalah Ibukota Provinsi Kalimantan Barat, biasanya mendengar kata Kalimantan aja orang sudah membayangkan suku Dayak dan Kuntilanak. Agar ceritanya tidak melebar kita lanjutkan aja Sejarah Kota Pontianak yang saya ambil dari situs resminya Pemkot Kota Pontianak, begini kisahnya: Berdirinya Kota Pontianak Pada tanggal 24 Rajab 1181 Hijriah yang bertepatan pada tanggal 23 Oktober 1771 Masehi, rombongan Syarif Abdurrahman Alkadrie membuka hutan di persimpangan tiga Sungai Landak Sungai Kapuas Kecil dan Sungai Kapuas untuk mendirikan balai dan rumah sebagai tempat tinggal dan tempat tersebut diberi nama Pontianak. Berkat kepemimpinan Syarif Abdurrahman Alkadrie, Kota Pontianak berkembang menjadi kota Perdagangan dan Pelabuhan. Tahun 1192 Hijriah, Syarif Abdurrahman Alkadrie dinobatkan sebagai Sultan Pontianak Pertama. Letak pusat pemerintahan ditandai dengan berdirinya Mesjid Raya Sultan Abdurrahman Alkadrie dan Istana Kadariah, yang sekarang terletak di Kelurahan Dalam Bugis Kecamatan Pontianak Timur. Adapun Sultan yang pernah memegang tampuk Pemerintahan Kesultanan Pontianak: 1. Syarif Abdurrahman Alkadrie memerintah dari tahun 1771-1808 2. Syarif Kasim Alkadrie memerintah dari tahun 1808-1819. 3. Syarif Osman Alkadrie memerintah dari tahun 1819-1855. 4. Syarif Hamid Alkadrie memerintah dari tahun 1855-1872. 5. Syarif Yusuf Alkadrie memerintah dari tahun 1872-1895. 6. Syarif Muhammad Alkadrie memerintah dari tahun 1895-1944. 7. Syarif Thaha Alkadrie memerintah dari tahun 1944-1945. 8. Syarif Hamid Alkadrie memerintah dari tabun 1945-1950. Dan yang ini adalah Sejarah Pemerintahan Kota Pontianak: Kota Pontianak didirikan oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie (lahir 1742 H) yang membuka pertama Kota Pontianak, pada hari Rabu tanggal 23 Oktober 1771 bertepatan dengan tanggal 14 Radjab 1185, untuk kemudian pada Hijriah sanah 1192 delapan hari bulan Sja'ban hari Isnen, SYARIF ABDURRAHMAN ALKADRIE dinobatkan menjadi Sultan Kerajaan Pontianak. Selanjutnya 2 tahun kemudian setelah Sultan Kerajaan Pontianak dinobatkan, maka pada Hijrah sanah 1194 bersamaan tahun 1778, masuk dominasi kolonialis Belanda dari Batavia (Betawi) utusannya Petor (Asistent Resident) dari Rembang bernama WILLEM ARDINPOLA, dan mulai pada masa itu bangsa Belanda berada di Pontianak, oleh Sultan Pontianak. Bangsa Belanda itu ditempatkan di seberang Keraton Pontianak yang terkenal dengan nama TANAH SERIBU (Verkendepaal). Dan baru pada tanggal 5 Juli 1779, 0.1. Compagnie Belanda membuat perjanjian (Politiek Contract) dengan Sultan Pontianak tentang penduduk Tanah Seribu (Verkendepaal) untuk dijadikan tempat kegiatan bangsa Belanda, dan seterusnya menjadi tempat/kedudukan Pemerintah Resident het Hoofd Westeraffieling van Borneo (Kepala Daerah Keresidenan Borneo lstana Kadariah Barat), dan Asistent Resident het Hoofd der Affleeling van Pontianak (Asistent Resident Kepala Daerah Kabupaten Pontianak) dan selanjutnya Controleur het Hoofd Onderaffleeling van Pontianak/ Hoofd Plaatselijk Bestur van Pontianak (bersamaan dengan Kepatihan) membawahi Demang het Hoofd der Distrik Van Pontianak (Wedana) Asistent Demang het Hoofd der Onderdistrik van Siantan (Ass. Wedana/ Camat) Asistent Demang het Hoofd der Onderdistrik van Sungai Kakap (Ass. Wedana/Camat).

Read more at: http://gocengblog.blogspot.com/2009/05/sejarah-kota-pontianak.html
Copyright by gocengblog.blogspot.com Terima kasih sudah menyebarluaskan aritkel ini
Sejarah Kota Pontianak - Hari sudah sore dan kebetulan kerjaan pun sudah selesai semua, saatnya untuk menulis artikel di Goceng Blog. Ini artikel pertama yang ditampilkan dalam Goceng Blog, tapi ini bukan yang pertama saya menulis... Sebagai pembuka Goceng Blog, artikel yang menurut saya pas untuk Goceng Blog adalah Sejarah Kota Pontianak. Perlu sahabat ketahui, saya lahir dan dibesarkan di Kota Ini walaupun orang tua saya adalah pendatang dari Pulau Jawa. Jadi tidak ada salahnya saya mencintai tempat kelahiran saya ini. Pontianak adalah adalah Ibukota Provinsi Kalimantan Barat, biasanya mendengar kata Kalimantan aja orang sudah membayangkan suku Dayak dan Kuntilanak. Agar ceritanya tidak melebar kita lanjutkan aja Sejarah Kota Pontianak yang saya ambil dari situs resminya Pemkot Kota Pontianak, begini kisahnya: Berdirinya Kota Pontianak Pada tanggal 24 Rajab 1181 Hijriah yang bertepatan pada tanggal 23 Oktober 1771 Masehi, rombongan Syarif Abdurrahman Alkadrie membuka hutan di persimpangan tiga Sungai Landak Sungai Kapuas Kecil dan Sungai Kapuas untuk mendirikan balai dan rumah sebagai tempat tinggal dan tempat tersebut diberi nama Pontianak. Berkat kepemimpinan Syarif Abdurrahman Alkadrie, Kota Pontianak berkembang menjadi kota Perdagangan dan Pelabuhan. Tahun 1192 Hijriah, Syarif Abdurrahman Alkadrie dinobatkan sebagai Sultan Pontianak Pertama. Letak pusat pemerintahan ditandai dengan berdirinya Mesjid Raya Sultan Abdurrahman Alkadrie dan Istana Kadariah, yang sekarang terletak di Kelurahan Dalam Bugis Kecamatan Pontianak Timur. Adapun Sultan yang pernah memegang tampuk Pemerintahan Kesultanan Pontianak: 1. Syarif Abdurrahman Alkadrie memerintah dari tahun 1771-1808 2. Syarif Kasim Alkadrie memerintah dari tahun 1808-1819. 3. Syarif Osman Alkadrie memerintah dari tahun 1819-1855. 4. Syarif Hamid Alkadrie memerintah dari tahun 1855-1872. 5. Syarif Yusuf Alkadrie memerintah dari tahun 1872-1895. 6. Syarif Muhammad Alkadrie memerintah dari tahun 1895-1944. 7. Syarif Thaha Alkadrie memerintah dari tahun 1944-1945. 8. Syarif Hamid Alkadrie memerintah dari tabun 1945-1950. Dan yang ini adalah Sejarah Pemerintahan Kota Pontianak: Kota Pontianak didirikan oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie (lahir 1742 H) yang membuka pertama Kota Pontianak, pada hari Rabu tanggal 23 Oktober 1771 bertepatan dengan tanggal 14 Radjab 1185, untuk kemudian pada Hijriah sanah 1192 delapan hari bulan Sja'ban hari Isnen, SYARIF ABDURRAHMAN ALKADRIE dinobatkan menjadi Sultan Kerajaan Pontianak. Selanjutnya 2 tahun kemudian setelah Sultan Kerajaan Pontianak dinobatkan, maka pada Hijrah sanah 1194 bersamaan tahun 1778, masuk dominasi kolonialis Belanda dari Batavia (Betawi) utusannya Petor (Asistent Resident) dari Rembang bernama WILLEM ARDINPOLA, dan mulai pada masa itu bangsa Belanda berada di Pontianak, oleh Sultan Pontianak. Bangsa Belanda itu ditempatkan di seberang Keraton Pontianak yang terkenal dengan nama TANAH SERIBU (Verkendepaal). Dan baru pada tanggal 5 Juli 1779, 0.1. Compagnie Belanda membuat perjanjian (Politiek Contract) dengan Sultan Pontianak tentang penduduk Tanah Seribu (Verkendepaal) untuk dijadikan tempat kegiatan bangsa Belanda, dan seterusnya menjadi tempat/kedudukan Pemerintah Resident het Hoofd Westeraffieling van Borneo (Kepala Daerah Keresidenan Borneo lstana Kadariah Barat), dan Asistent Resident het Hoofd der Affleeling van Pontianak (Asistent Resident Kepala Daerah Kabupaten Pontianak) dan selanjutnya Controleur het Hoofd Onderaffleeling van Pontianak/ Hoofd Plaatselijk Bestur van Pontianak (bersamaan dengan Kepatihan) membawahi Demang het Hoofd der Distrik Van Pontianak (Wedana) Asistent Demang het Hoofd der Onderdistrik van Siantan (Ass. Wedana/ Camat) Asistent Demang het Hoofd der Onderdistrik van Sungai Kakap (Ass. Wedana/Camat).

Read more at: http://gocengblog.blogspot.com/2009/05/sejarah-kota-pontianak.html
Copyright by gocengblog.blogspot.com Terima kasih sudah menyebarluaskan aritkel ini
Sejarah Kota Pontianak - Hari sudah sore dan kebetulan kerjaan pun sudah selesai semua, saatnya untuk menulis artikel di Goceng Blog. Ini artikel pertama yang ditampilkan dalam Goceng Blog, tapi ini bukan yang pertama saya menulis... Sebagai pembuka Goceng Blog, artikel yang menurut saya pas untuk Goceng Blog adalah Sejarah Kota Pontianak. Perlu sahabat ketahui, saya lahir dan dibesarkan di Kota Ini walaupun orang tua saya adalah pendatang dari Pulau Jawa. Jadi tidak ada salahnya saya mencintai tempat kelahiran saya ini. Pontianak adalah adalah Ibukota Provinsi Kalimantan Barat, biasanya mendengar kata Kalimantan aja orang sudah membayangkan suku Dayak dan Kuntilanak. Agar ceritanya tidak melebar kita lanjutkan aja Sejarah Kota Pontianak yang saya ambil dari situs resminya Pemkot Kota Pontianak, begini kisahnya:

Read more at: http://gocengblog.blogspot.com/2009/05/sejarah-kota-pontianak.html
Copyright by gocengblog.blogspot.com Terima kasih sudah menyebarluaskan aritkel ini
Sejarah Kota Pontianak - Hari sudah sore dan kebetulan kerjaan pun sudah selesai semua, saatnya untuk menulis artikel di Goceng Blog. Ini artikel pertama yang ditampilkan dalam Goceng Blog, tapi ini bukan yang pertama saya menulis... Sebagai pembuka Goceng Blog, artikel yang menurut saya pas untuk Goceng Blog adalah Sejarah Kota Pontianak. Perlu sahabat ketahui, saya lahir dan dibesarkan di Kota Ini walaupun orang tua saya adalah pendatang dari Pulau Jawa. Jadi tidak ada salahnya saya mencintai tempat kelahiran saya ini. Pontianak adalah adalah Ibukota Provinsi Kalimantan Barat, biasanya mendengar kata Kalimantan aja orang sudah membayangkan suku Dayak dan Kuntilanak. Agar ceritanya tidak melebar kita lanjutkan aja Sejarah Kota Pontianak yang saya ambil dari situs resminya Pemkot Kota Pontianak, begini kisahnya: Berdirinya Kota Pontianak Pada tanggal 24 Rajab 1181 Hijriah yang bertepatan pada tanggal 23 Oktober 1771 Masehi, rombongan Syarif Abdurrahman Alkadrie membuka hutan di persimpangan tiga Sungai Landak Sungai Kapuas Kecil dan Sungai Kapuas untuk mendirikan balai dan rumah sebagai tempat tinggal dan tempat tersebut diberi nama Pontianak. Berkat kepemimpinan Syarif Abdurrahman Alkadrie, Kota Pontianak berkembang menjadi kota Perdagangan dan Pelabuhan. Tahun 1192 Hijriah, Syarif Abdurrahman Alkadrie dinobatkan sebagai Sultan Pontianak Pertama. Letak pusat pemerintahan ditandai dengan berdirinya Mesjid Raya Sultan Abdurrahman Alkadrie dan Istana Kadariah, yang sekarang terletak di Kelurahan Dalam Bugis Kecamatan Pontianak Timur. Adapun Sultan yang pernah memegang tampuk Pemerintahan Kesultanan Pontianak: 1. Syarif Abdurrahman Alkadrie memerintah dari tahun 1771-1808 2. Syarif Kasim Alkadrie memerintah dari tahun 1808-1819. 3. Syarif Osman Alkadrie memerintah dari tahun 1819-1855. 4. Syarif Hamid Alkadrie memerintah dari tahun 1855-1872. 5. Syarif Yusuf Alkadrie memerintah dari tahun 1872-1895. 6. Syarif Muhammad Alkadrie memerintah dari tahun 1895-1944. 7. Syarif Thaha Alkadrie memerintah dari tahun 1944-1945. 8. Syarif Hamid Alkadrie memerintah dari tabun 1945-1950. Dan yang ini adalah Sejarah Pemerintahan Kota Pontianak: Kota Pontianak didirikan oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie (lahir 1742 H) yang membuka pertama Kota Pontianak, pada hari Rabu tanggal 23 Oktober 1771 bertepatan dengan tanggal 14 Radjab 1185, untuk kemudian pada Hijriah sanah 1192 delapan hari bulan Sja'ban hari Isnen, SYARIF ABDURRAHMAN ALKADRIE dinobatkan menjadi Sultan Kerajaan Pontianak. Selanjutnya 2 tahun kemudian setelah Sultan Kerajaan Pontianak dinobatkan, maka pada Hijrah sanah 1194 bersamaan tahun 1778, masuk dominasi kolonialis Belanda dari Batavia (Betawi) utusannya Petor (Asistent Resident) dari Rembang bernama WILLEM ARDINPOLA, dan mulai pada masa itu bangsa Belanda berada di Pontianak, oleh Sultan Pontianak. Bangsa Belanda itu ditempatkan di seberang Keraton Pontianak yang terkenal dengan nama TANAH SERIBU (Verkendepaal). Dan baru pada tanggal 5 Juli 1779, 0.1. Compagnie Belanda membuat perjanjian (Politiek Contract) dengan Sultan Pontianak tentang penduduk Tanah Seribu (Verkendepaal) untuk dijadikan tempat kegiatan bangsa Belanda, dan seterusnya menjadi tempat/kedudukan Pemerintah Resident het Hoofd Westeraffieling van Borneo (Kepala Daerah Keresidenan Borneo lstana Kadariah Barat), dan Asistent Resident het Hoofd der Affleeling van Pontianak (Asistent Resident Kepala Daerah Kabupaten Pontianak) dan selanjutnya Controleur het Hoofd Onderaffleeling van Pontianak/ Hoofd Plaatselijk Bestur van Pontianak (bersamaan dengan Kepatihan) membawahi Demang het Hoofd der Distrik Van Pontianak (Wedana) Asistent Demang het Hoofd der Onderdistrik van Siantan (Ass. Wedana/ Camat) Asistent Demang het Hoofd der Onderdistrik van Sungai Kakap (Ass. Wedana/Camat).

Read more at: http://gocengblog.blogspot.com/2009/05/sejarah-kota-pontianak.html
Copyright by gocengblog.blogspot.com Terima kasih sudah menyebarluaskan aritkel ini
Sejarah Kota Pontianak - Hari sudah sore dan kebetulan kerjaan pun sudah selesai semua, saatnya untuk menulis artikel di Goceng Blog. Ini artikel pertama yang ditampilkan dalam Goceng Blog, tapi ini bukan yang pertama saya menulis... Sebagai pembuka Goceng Blog, artikel yang menurut saya pas untuk Goceng Blog adalah Sejarah Kota Pontianak. Perlu sahabat ketahui, saya lahir dan dibesarkan di Kota Ini walaupun orang tua saya adalah pendatang dari Pulau Jawa. Jadi tidak ada salahnya saya mencintai tempat kelahiran saya ini. Pontianak adalah adalah Ibukota Provinsi Kalimantan Barat, biasanya mendengar kata Kalimantan aja orang sudah membayangkan suku Dayak dan Kuntilanak. Agar ceritanya tidak melebar kita lanjutkan aja Sejarah Kota Pontianak yang saya ambil dari situs resminya Pemkot Kota Pontianak, begini kisahnya: Berdirinya Kota Pontianak Pada tanggal 24 Rajab 1181 Hijriah yang bertepatan pada tanggal 23 Oktober 1771 Masehi, rombongan Syarif Abdurrahman Alkadrie membuka hutan di persimpangan tiga Sungai Landak Sungai Kapuas Kecil dan Sungai Kapuas untuk mendirikan balai dan rumah sebagai tempat tinggal dan tempat tersebut diberi nama Pontianak. Berkat kepemimpinan Syarif Abdurrahman Alkadrie, Kota Pontianak berkembang menjadi kota Perdagangan dan Pelabuhan. Tahun 1192 Hijriah, Syarif Abdurrahman Alkadrie dinobatkan sebagai Sultan Pontianak Pertama. Letak pusat pemerintahan ditandai dengan berdirinya Mesjid Raya Sultan Abdurrahman Alkadrie dan Istana Kadariah, yang sekarang terletak di Kelurahan Dalam Bugis Kecamatan Pontianak Timur. Adapun Sultan yang pernah memegang tampuk Pemerintahan Kesultanan Pontianak: 1. Syarif Abdurrahman Alkadrie memerintah dari tahun 1771-1808 2. Syarif Kasim Alkadrie memerintah dari tahun 1808-1819. 3. Syarif Osman Alkadrie memerintah dari tahun 1819-1855. 4. Syarif Hamid Alkadrie memerintah dari tahun 1855-1872. 5. Syarif Yusuf Alkadrie memerintah dari tahun 1872-1895. 6. Syarif Muhammad Alkadrie memerintah dari tahun 1895-1944. 7. Syarif Thaha Alkadrie memerintah dari tahun 1944-1945. 8. Syarif Hamid Alkadrie memerintah dari tabun 1945-1950. Dan yang ini adalah Sejarah Pemerintahan Kota Pontianak: Kota Pontianak didirikan oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie (lahir 1742 H) yang membuka pertama Kota Pontianak, pada hari Rabu tanggal 23 Oktober 1771 bertepatan dengan tanggal 14 Radjab 1185, untuk kemudian pada Hijriah sanah 1192 delapan hari bulan Sja'ban hari Isnen, SYARIF ABDURRAHMAN ALKADRIE dinobatkan menjadi Sultan Kerajaan Pontianak. Selanjutnya 2 tahun kemudian setelah Sultan Kerajaan Pontianak dinobatkan, maka pada Hijrah sanah 1194 bersamaan tahun 1778, masuk dominasi kolonialis Belanda dari Batavia (Betawi) utusannya Petor (Asistent Resident) dari Rembang bernama WILLEM ARDINPOLA, dan mulai pada masa itu bangsa Belanda berada di Pontianak, oleh Sultan Pontianak. Bangsa Belanda itu ditempatkan di seberang Keraton Pontianak yang terkenal dengan nama TANAH SERIBU (Verkendepaal). Dan baru pada tanggal 5 Juli 1779, 0.1. Compagnie Belanda membuat perjanjian (Politiek Contract) dengan Sultan Pontianak tentang penduduk Tanah Seribu (Verkendepaal) untuk dijadikan tempat kegiatan bangsa Belanda, dan seterusnya menjadi tempat/kedudukan Pemerintah Resident het Hoofd Westeraffieling van Borneo (Kepala Daerah Keresidenan Borneo lstana Kadariah Barat), dan Asistent Resident het Hoofd der Affleeling van Pontianak (Asistent Resident Kepala Daerah Kabupaten Pontianak) dan selanjutnya Controleur het Hoofd Onderaffleeling van Pontianak/ Hoofd Plaatselijk Bestur van Pontianak (bersamaan dengan Kepatihan) membawahi Demang het Hoofd der Distrik Van Pontianak (Wedana) Asistent Demang het Hoofd der Onderdistrik van Siantan (Ass. Wedana/ Camat) Asistent Demang het Hoofd der Onderdistrik van Sungai Kakap (Ass. Wedana/Camat).

Read more at: http://gocengblog.blogspot.com/2009/05/sejarah-kota-pontianak.html
Copyright by gocengblog.blogspot.com Terima kasih sudah menyebarluaskan aritkel ini
READ MORE - SEJARAH BERDIRINYA KOTA PONTIANAK

Analitical exposition and Hartotary exposition

 
To make clear understand these notes:ANALYTICAL EXPOSITION 
Purpose : to persuade by presenting argumentsto analyze or explain ‘how’ and ‘why’Text Organization : A thesisArgumentsReiteration or ConclusionLanguage Features : Emotive words (e.g. worried, alarmed etc)Words that qualify statements (e.g. usual, Probably etc)Words that link arguments (e.g. firstly, However, therefore etc

Contoh-Contoh Teks Analytical Exposition

Writing for Money Online
The emergence of the internet has given internet entrepreneurs many ways to make money. Writers are one group that have benefited from their talents as a result in the rise of internet based jobs.
Blog writing is an increasingly popular way to earn money online determined by the owner of the blog. They are very popular because of tBlogs are usually written on a certain subject area but can vary as its content is heir simplicity to get up and running. There are many free websites out there that will help you set up your own blog if you choose to go that route because blog plus advertisement is a potential money
Article writing is also good money to earn money online. Make sure to gear your articles to promote and advertise you own business ventures. These articles are a free way to market the products and services you offer for free. The most effective advertising with these articles comes from the dialogue box that is inserted at the end of each article. These dialogue boxes contain links to basically any website you would like to drive traffic to. For instance, you might have one link in your dialogue box to a product you are selling and one to a blog where you are promoting a discussing other products.
Writing takes some time to gain credibility through but once it’s done’ earning potential can become very powerful.

Hortatory Exposition Text

Definition of Hortatory Exposition
Hortatory exposition is a text which represent the attempt of the writer to have the addressee do something or act in certain way.

Generic Structure of Hortatory Exposition
1. Thesis
2. Arguments
3. Recommendation

Language Feature of Hortatory Exposition
1. Focusing on the writer
2. Using abstract noun; policy, advantage, etc
3. Using action verb
4. Using thinking verb
5. Using modal adverb; certainly, surely, etc
6. Using temporal connective; firstly, secondly, etc
7. Using evaluative words; important, valuable, trustworthy, etc
8. Using passive voice

CONTOH HORTATORY
A. Watch your Kids While Watching TV
Television becomes one of the most important devices which takes place in almost houses. It can unite all members of the family as well as separate them. However, is it important to know what your kids are watching? The answer is, of course, absolutely “Yes” and that should be done by all parents. Television can expose things you have tried to protect the children from, especially violence, pornography, consumerism and so on.
Recently, a study demonstrated that spending too much time on watching TV during the day or at bedtime often cause bed-time disruption, stress, and short sleep duration.
Another research found that there is a significant relationship between the amount of time spent for watching television during adolescence and early adulthood, and the possibility of being aggressive.
Meanwhile, many studies have identified a relationship between kids who watch TV a lot and being inactive and overweight.
READ MORE - Analitical exposition and Hartotary exposition